
Upaya memperkuat eksistensi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kini memasuki babak baru. Tak lagi hanya mengandalkan gerai fisik dan media sosial, Asosiasi Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Radio Merah Putih, sebuah radio berbasis streaming yang dapat diakses masyarakat melalui telepon genggam.
Kehadiran media informasi digital tersebut langsung menyita perhatian publik setelah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, hadir dalam peluncuran siaran perdana pada 22 Juli 2026.
Meski demikian, Qodari menegaskan bahwa radio tersebut bukan merupakan program ataupun inisiatif pemerintah.
Radio ini diharapkan menjadi sarana penyebaran informasi mengenai aktivitas koperasi, harga kebutuhan pokok, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan melalui Koperasi Desa Merah Putih.
Qodari Tegaskan Radio Bukan Dibuat Pemerintah
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, M Qodari, meluruskan anggapan yang berkembang setelah dirinya hadir dalam peluncuran Radio Merah Putih.
Ia menegaskan, pemerintah maupun Bakom RI tidak terlibat sebagai pihak yang membangun atau menginisiasi radio tersebut.
“Bukan Bakom dan pemerintah yang membuat Radio Merah Putih. Yang membuat adalah Asosiasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi.
Mereka minta saya hadir dalam siaran pertama Radio Merah Putih tersebut,” ujar Qodari dilansir dari Kompas.com, Minggu, 26 Juli 2026.
Menurutnya, kehadirannya semata-mata memenuhi undangan dari pengurus Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Banyuwangi yang ingin memulai siaran perdana radio tersebut.

Jadi Pusat Informasi Harga Sembako
Ketua Asosiasi Kopdes Merah Putih Kabupaten Banyuwangi, Imam Maskun, menjelaskan bahwa Radio Merah Putih dibangun untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, khususnya mengenai aktivitas koperasi.
Ia mencontohkan salah satu fungsi utama radio tersebut adalah memberikan pembaruan harga sembako yang dijual di gerai Kopdes Merah Putih.
Dengan informasi yang diperbarui secara berkala, masyarakat dapat mengetahui harga kebutuhan pokok sebelum datang berbelanja.
“Kayak umpamanya kita itu 1 jam atau 1 hari dua kali update (harga) barang-barang itu, maka benar-benar masyarakat ini tahu gitu loh, bahwa di koperasi itu ada harga-harga barang subsidi yang murah sesuai HET,” kata Imam.
Melalui sistem tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang cepat dan akurat mengenai harga barang bersubsidi yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Tinggalkan Balasan