Qodari Ungkap 3 Alasan Prabowo Getol Bangun Koperasi Merah Putih, Apa Saja?

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, Muhammad Qodari mengungkap tiga alasan Presiden Prabowo Subianto getol membangun Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan. Hal tersebut diurai Qodari di depan ratusan kepala desa di Banyuwangi saat menghadiri peringatan Hari Koperasi Nasional Tahun 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu (22/7/2026).

“Yang pertama adalah bahwa memang koperasi ini sesungguhnya merupakan amanah dari konstitusi kita. Khususnya Pasal 33 Ayat 1 yang bunyinya, perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan,” kata Qodari. Sehingga seluruh ekosistem Koperasi Merah Putih, mulai dari anggota, pengurus, pengawas, hingga pembagian sisa hasil usaha (SHU) berjalan dari, oleh, dan untuk warga desa. Berbeda seperti BUMN atau BUMD yang dimiliki pemerintah, aset dan bangunan Koperasi Merah Putih yang dijamin Dana Desa sepenuhnya menjadi milik desa, menjadikannya unit usaha yang betul-betul dipegang oleh rakyat. Hampir 600 Hari Program MBG Berjalan, Rentetan Persoalan Masih Jadi Catatan

“Poin berikutnya, Pak Prabowo ingin agar ekonomi Indonesia itu lebih merata,” tuturnya. Menyambung ungkapan tersebut, Qodari mengurai latar belakang kakek Prabowo yang merupakan pelopor dan tokoh perintis gerakan koperasi di Indonesia, serta ayah Prabowo sebagai pendiri Fakultas Ekonomi di Indonesia yang menulis disertasi tentang koperasi. Sehingga, bisa melihat bagaimana koperasi ini menjadi instrumen untuk melakukan pemerataan ekonomi Indonesia. Alasan ketiga adalah Presiden Prabowo melihat adanya kesenjangan ekonomi yang harus dikoreksi. Kopdes Merah Putih disebutnya sebagai salah satu instrumen koreksi terhadap kesenjangan ekonomi. Baca juga: Yayasan Milik Prabowo dan TNI AD Laksanakan Bakti Sosial di Banyumas “Jadi tujuan dari Koperasi Merah Putih ini sangat mulia,” ujarnya.

Hingga saat ini, Qodari mengurai sudah ada 16.000 bangunan kopdes yang berdiri, dan 19.000 lainnya dalam proses pembangunan. Jika ditotal, 35.000 kopdes akan berdiri pada tahun 2026. Sisa target pembangunan akan menyusul tahun depan. Dalam kesempatan yang sama, Qodari juga sempat membandingkan total kopdes yang berdiri Indonesia saat ini dengan jumlah koperasi yang berdiri pada zaman pemerintahan Presiden Soeharto.

“Tapi Pak Harto yang begitu kuatnya, dalam waktu 30 tahun berkuasa, hanya bisa membangun sekitar 4.000 (koperasi) saja. Ini Pak Prabowo, dalam waktu 1 tahun sudah mau bangun 35.000. Hebat enggak, Bapak/Ibu sekalian? Luar biasa!” kata Qodari disambut tepuk tangan para kepala desa yang hadir. Ke depan, Koperasi Merah Putih disebutnya akan menyediakan program-program penguatan ekonomi lewat kegiatan simpan pinjam dengan bunga murah untuk meringankan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa. Sebagai rencana lanjutan, Koperasi Merah Putih juga bekerja sama dengan institusi lain, salah satunya sebagai supplier SPPG agar siklus ekonomi menjadi konstan, pendapatan meningkat, sehingga nantinya sisa hasil usaha (SHU) cukup besar dan bisa kembali kepada rakyat. ( kompas.com )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts