KNMP Lateng Banyuwangi Jadi Contoh Gerakan Ekonomi Pesisir Berbasis Wisata

Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng Banyuwangi, menjadi contoh bagaimana kawasan pesisir mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui perpaduan sektor perikanan dan pariwisata.

Konsep apik tersebut, bahkan menarik perhatian para delegasi ASEAN-ID Blue yang menjadikan KNMP Lateng sebagai lokasi pembelajaran mengenai pengembangan ekonomi biru berbasis masyarakat.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian forum dialog ASEAN ID Blue yang diikuti delegasi negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF).

Di KNMP Lateng, para peserta melihat secara langsung bagaimana hasil tangkapan nelayan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk kuliner yang memiliki nilai tambah sekaligus menjadi daya tarik wisata dilansir dari timesindonesia.co.id.

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Iman Santoso, mengatakan bahwa KNMP Lateng merupakan kawasan kampung nelayan modern yang dikembangkan sebagai kawasan tematik hilirisasi berbasis wisata kuliner.

“KNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya, mereka fokus pada tourism sehingga lebih mengedepankan wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini (KNMP) dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner,” kata Ali.

Tidak hanya menawarkan wisata kuliner, KNMP Lateng juga dirancang sebagai destinasi yang memiliki identitas budaya kuat. Bangunannya mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing dengan sentuhan desian modern sehingga menghadirkan suasana khas Banyuwangi di kawasan pesisir.

Konsep tersebut mendapat apresiasi dari Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika. Dia mengaku terkesan melihat perkembangan KNMP Banyuwangi yang dinilai mampu menunjukkan praktik ekonomi biru yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.

“Kami tidak menyangka KNMP Banyuwangi sebagus dan semaju ini. Memang masih baru, namun melihat potensinya ke depan sangatlah besar,” ujarnya.

Selama kunjungan lapangan, para delegasi diajak berkeliling melihat berbagai fasilitas yang tersedia di KNMP Lateng. Kawasan tersebut dilengkapi gerai kuliner, dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, pabrik es, workhsop nelayan, hingga unit pengolahan hasil laut.

Mereka juga berbincang langsung dengan para pelaku UMKM, mencicipi olahan hasil laut, sekaligus melihat berbagai potensi produk perikanan Banyuwangi yang telah menembus pasar ekspor.

Kekaguman juga disampaikan Kedutaan Besar Fiji yang membidangi Economy and Political Affairs, Leone Bainivanuan. Menurutnya, pengembangan KNMP di Banyuwangi dapat menjadi inspirasi bagi negaranya yang juga memiliki wilayah kepulauan.

“Tempat ini sangat bagus, di Fiji belum ada yang seperti ini. Kami terinspirasi untuk mengembangkan yang sama di negara kami karena wilayahnya juga dikelilingi lautan,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Counsellor Malaysia Mission to ASEAN, Faezatun Azirah Binti Yahya. Dia menilai pemberdayaan komunitas nelayan di KNMP Banyuwangi layak menjadi referensi untuk diterapkan di negaranya.

“Apa yang dilaksanakan di sini akan menjadi referensi untuk dikembangkan di negara kami,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan bahwa KNMP Lateng dibangung dengan konsep hilirisasi berbasis pariwisata yang disesuaikan dengan potensi daerah serta kebutuhan masyarakat setempat.

Sebelum dikembangkan, kawasan tersebut hanya dipenuhi lapak-lapak pedagang sederhana yang belum tertata. Kini, KNMP telah bertransformasi menjadi destinasi wisata kuliner yang memberi dampak ekonomi lebih luas, terutama bagi keluarga nelayan dan warga sekitar.

“Adanya KNMP membawa berkah khususnya bagi ibu-ibu istri nelayan dan warga lokal karena tempat ini semakin menarik jadi destinasi wisata kuliner. Kami juga terus memberikan pendampingan dan penyuluhan agar mereka bisa memberikan pelayanan yang memadai bagi pengunjung yang datang,” terangnya.

KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi menjadi salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia, sekaligus menjadi contoh penerapan ekonomi pesisir yang menggabungkan hilirisasi perikanan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan destinasi wisata.

Dengan konsep tersebut, KNMP Lateng tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi nelayan, tetapi juga membuktikan bahwa kawasan pesisir dapat berkembang sebagai destinasi wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan potensi perikanan sebagai sektor utamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts