Pemkab Banyuwangi Perkuat Pelayanan Publik dengan Tambahan 79 PNS Baru

Pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi mendapat tambahan tenaga setelah 79 calon pegawai negeri sipil (CPNS) resmi menerima surat keputusan (SK) pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Dari jumlah tersebut, 19 orang merupakan tenaga kesehatan, termasuk tiga dokter spesialis dan tujuh dokter umum.

SK pengangkatan diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Ruang Rempeg Jogopati, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (12/8/2026).

Ipuk mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Penambahan dokter dan tenaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan adanya tambahan tenaga dokter spesialis dan dokter umum serta tenaga kesehatan lainnya ini, bisa memperkuat pelayanan kesehatan pada masyarakat,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi juga menjalankan program PAS atau Puskesmas Asuhan Spesialistik. Melalui program tersebut, dokter spesialis melakukan pembinaan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di puskesmas.

Selain memperkuat sektor kesehatan, Ipuk mengingatkan seluruh PNS yang baru diangkat agar tidak memandang status aparatur negara semata-mata sebagai jaminan masa depan. Menurutnya, PNS memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.

“Jangan hanya berpikir untuk diri sendiri bahwa mau menjadi PNS karena masa depannya lebih terjamin. Tapi menjadi PNS itu harus bisa menjamin bahwa masyarakat terlayani, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di daerah,” kata Ipuk.

Ia juga meminta para PNS mampu beradaptasi dengan perubahan di tengah kondisi yang semakin dinamis dan kompetitif. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, perlu diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan tanpa menimbulkan ketergantungan.

“PNS harus lebih adaptif terhadap perubahan. Manfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan, namun jangan sampai ketergantungan. Terus belajar, dan jangan malas meng-upgrade diri,” ujarnya.

Kreativitas dan inovasi juga dinilai penting seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah.

“Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan tepat terus meningkat. Gali terus kreativitas dan inovasi,” tambah Ipuk.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, menjelaskan 79 penerima SK terdiri atas tenaga kesehatan, auditor, dan tenaga fungsional teknis.

“Mereka terdiri atas 3 dokter spesialis, 7 dokter umum, 2 fungsional kesehatan, 7 apoteker, 6 auditor, serta 54 fungsional teknis lainnya,” urai Ilzam. ( infopublik.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts