
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa Pasar Murah Pemprov Jatim merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.
“Pasar Murah ini terus kami lakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Sabtu.
Menurutnya, kegiatan bertajuk Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Pemprov Jatim tersebut dinilainya sekaligus dapat memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Khofifah menjelaskan, pengendalian inflasi perlu dilakukan secara kolaboratif melalui keseimbangan pasokan dan permintaan, kelancaran distribusi pangan, serta intervensi langsung yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan pengendalian inflasi juga membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku usaha, hingga pemerintah kabupaten/kota.
Dirinya menyebut, Pemprov Jatim berkomitmen akan terus memperluas pelaksanaan Pasar Murah di berbagai daerah sesuai kebutuhan dan perkembangan harga di lapangan.
Adapun hingga saat ini Pemprov Jatim telah melaksanakan kegiatan tersebut sebanyak 92 kali di 92 titik berbeda, di mana titik ke-91 dilaksanakan di Kota Pasuruan pada Rabu (5/8), sementara pelaksanaan ke-92 dilaksanakan di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jum’at (7/8).
Sejumlah komoditas yang dijual antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp20.000 per kemasan.
Selain itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, daging ayam ras Rp30.000 per kemasan, serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp55.000 per kemasan lima kilogram.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada sejumlah tukang becak di sekitar lokasi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor informal.
“Insya Allah, Pasar Murah Pemprov Jatim akan terus kami gencarkan sebagai bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” tegasnya. ( Antara )

Tinggalkan Balasan