35 Ribu Kopdes Merah Putih Ditarget Beroperasi Tahun Ini

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan pembangunan desa tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah memilih skema bertahap dengan mengedepankan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari pembangunan koperasi desa, rehabilitasi sekolah, hingga pengembangan desa tematik. Yandri mengungkapkan, hingga tahun ini pemerintah telah membangun sekitar 35 ribu koperasi desa. Meski masih ada desa yang belum memiliki lahan untuk pembangunan koperasi, pemerintah memastikan solusi akan terus diupayakan.

“Termasuk desa yang belum memiliki lahan, kita akan cari solusinya. Jadi memang pelaksanaannya bertahap, tidak sekaligus. Namun kita patut bersyukur karena tahun ini sudah ada sekitar 35.000 koperasi yang dibangun. Itu merupakan capaian yang luar biasa,” kata Yandri usai acara Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih, di Makassar, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, dalam waktu kurang dari satu tahun, pemerintah tidak hanya membangun koperasi, tetapi juga melengkapinya dengan infrastruktur pendukung. “Dalam waktu tidak lebih dari satu tahun, sudah bisa diwujudkan sekitar 35.000 gudang beserta sarana operasionalnya. Gudang tersebut juga dilengkapi dengan dukungan logistik, yaitu satu truk, satu mobil pikap, dan dua kendaraan operasional,” ujarnya.

Selain memperkuat ekonomi desa, pemerintah juga mulai merehabilitasi puluhan ribu sekolah di berbagai daerah. Program tersebut dilakukan secara bertahap mengingat kebutuhan nasional masih sangat besar. “Terkait sekolah, saat ini sudah ramai dibahas sekitar 10.000 sekolah yang akan direhabilitasi. Memang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Jumlah kebutuhannya lebih dari 20.000 sekolah, tetapi arahan Bapak Presiden, untuk tahun ini sudah dimulai puluhan ribu sekolah yang direhabilitasi,” jelasnya. Yandri menekankan, seluruh program pembangunan desa dijalankan melalui kerja sama lintas kementerian.

Kementerian Desa berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara pembangunan infrastruktur didukung melalui nota kesepahaman dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Di sektor pertanian, pemerintah juga mendorong pengembangan desa-desa tematik, seperti desa jagung, desa melon, hingga desa semangka, melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian. “Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kita ini bukan superman, tetapi super team. Jadi Kementerian Desa lebih banyak bekerja dengan pendekatan kolaboratif,” tegasnya. Perhatian juga diberikan kepada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut Yandri,

Kementerian Desa bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat untuk membangun jembatan dan menyediakan akses air bersih bagi masyarakat. “Kami juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah 3T. Kami bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat untuk membangun jembatan serta menyediakan sumber air bersih,” katanya. Ia menegaskan, seluruh program tersebut merupakan implementasi arahan Presiden agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. “Intinya, arahan Bapak Presiden sangat jelas, yaitu seluruh kementerian dan lembaga harus bekerja sama. Jadi ini bukan pekerjaan satu kementerian saja, melainkan kerja kolaboratif,” pungkasnya.  Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, 206 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sudah rampung 100 persen dari segi pembangunannya, sementara sebanyak 876 yang sementara tahap pembangunan dari total 3.059 unit. ( herald.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts