
Di tengah gempuran media sosial dan aplikasi belanja daring, warga Banyuwangi justru punya cara baru dan cukup unik untuk mendapatkan informasi harga kebutuhan pokok: mendengarkan radio streaming yang dikelola langsung oleh koperasi desa mereka sendiri.
Radio Merah Putih, demikian namanya, resmi mengudara sejak 22 Juli 2026 dan bisa diakses siapa saja lewat ponsel masing-masing di laman streaming khusus. Yang membuatnya istimewa, radio ini digagas oleh Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Banyuwangi, dan diklaim sebagai radio koperasi pertama di Indonesia seperti dikutip dari beritakoperasi.com.
Diresmikan Pejabat Pusat, Tapi Bukan Proyek Pemerintah
Peluncurannya turut dihadiri Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, yang bahkan didapuk mengisi siaran perdana. Namun Qodari buru-buru meluruskan satu hal penting: radio ini murni inisiatif warga, bukan proyek negara.
Ia menegaskan bahwa bukan Bakom maupun pemerintah yang membangun Radio Merah Putih, melainkan Asosiasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi, dan dirinya hanya diundang hadir dalam siaran pertama.
Meski begitu, Qodari tak menyembunyikan optimismenya terhadap gerakan ini. Ia berharap model asosiasi semacam itu bisa menular ke seluruh Indonesia, dengan asosiasi serupa berdiri di tiap kabupaten dan kota, bahkan hingga tingkat nasional.
Fungsinya Lebih dari Sekadar Musik dan Obrolan
Jangan bayangkan ini radio hiburan biasa. Ketua Asosiasi Kopdes Merah Putih Banyuwangi, Imam Maskun, menjelaskan bahwa fungsi utamanya adalah memastikan masyarakat tahu persis harga barang subsidi yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) — dengan update yang bisa dilakukan sampai dua kali sehari.
Selain urusan harga, siaran ini juga dipakai untuk mengajak warga bergabung sebagai anggota koperasi, lengkap dengan iming-iming manfaat konkret: belanja lebih murah dan kesempatan mendapat Sisa Hasil Usaha (SHU). Ke depannya, program radio bahkan direncanakan merambah topik kesehatan hingga wadah pengaduan warga.
Menariknya, radio ini juga jadi etalase bagi produk UMKM binaan koperasi dan pengurus koperasi menegaskan kualitas produk lokal itu tak kalah saing dari barang pabrikan.
Modal Besar untuk Jadi Percontohan Nasional
Ambisi di balik radio ini ternyata cukup besar. Saat ini terdapat sekitar 35.000 unit KDKMP di seluruh Indonesia, dan pemerintah menargetkan jumlahnya melonjak hingga 80.000 unit pada tahun depan. Khusus di Banyuwangi sendiri, dari 217 desa dan kelurahan, 17 unit koperasi sudah beroperasi aktif, 61 unit rampung 100 persen, dan 136 unit lainnya masih dalam proses pembangunan dan legalitas.
Dengan skala sebesar itu, tak heran jika Radio Merah Putih Banyuwangi digadang-gadang bakal jadi contoh yang akan direplikasi daerah lain sebuah eksperimen kecil dari desa yang, jika berhasil, bisa mengubah cara jutaan warga koperasi di seluruh Indonesia mengakses informasi harga dan layanan publik.

Tinggalkan Balasan